banner 728x250

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Negeri

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA | Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi saksi lahirnya babak baru pendidikan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, Senin (12/1/2026).

Suasana haru menyelimuti acara saat Presiden menyaksikan pemutaran video Manifesto Sekolah Rakyat, sebuah gambaran perjuangan dan cita-cita besar pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Panggung semakin hidup ketika para siswa menampilkan pertunjukan teatrikal tentang perjalanan harapan menuju masa depan yang lebih cerah.

banner 325x300

Momen kebanggaan pun tercipta ketika perwakilan siswa menyerahkan novel karya mereka kepada Presiden Prabowo. Tepuk tangan bergemuruh kembali pecah saat empat siswa tampil menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab—sebuah simbol bahwa mimpi besar kini tidak lagi mengenal sekat kemiskinan.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf tampak menitikkan air mata saat menyampaikan laporan perkembangan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah strategi nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bermartabat.

Yang menjadikan Sekolah Rakyat berbeda adalah pendekatan inovatifnya. Pemerintah menerapkan tes DNA talenta berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan potensi bawaan setiap siswa sejak hari pertama, tanpa mengandalkan tes akademik yang kerap menyingkirkan anak-anak kurang beruntung.

“Hasil pemetaan ini menjadi dasar penyusunan pembelajaran yang sesuai bakat dan minat anak, agar tidak ada potensi yang terpendam,” ujar Saifullah Yusuf.

Hasil awal pemindaian AI menunjukkan potret masa depan yang menjanjikan. Sebanyak 1.828 siswa teridentifikasi memiliki potensi unggul di bidang STEM, dengan 1.204 anak berbakat di sektor teknik, mulai dari mekanik hingga arsitektur. Selain itu, 1.938 siswa memiliki kecenderungan kuat di bidang sosial, 1.123 di bidang bahasa, serta 8.860 siswa menunjukkan potensi di bidang hukum dan penegakan keadilan.

Peta bakat tersebut menjadi landasan kurikulum personal yang diterapkan oleh guru tersertifikasi, diperkuat pembinaan karakter melalui wali asuh dan sistem asrama. Proses belajar mengajar didukung Learning Management System (LMS) berbasis laptop, dengan pembatasan ketat penggunaan telepon genggam demi menjaga fokus belajar.

Negara pun hadir penuh dalam menjamin kebutuhan dasar siswa. Seluruh anak Sekolah Rakyat mendapatkan cek kesehatan gratis, asupan gizi seimbang tiga kali sehari, serta makanan tambahan. Fasilitas digital ditopang oleh dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama operator telekomunikasi nasional.

Program Sekolah Rakyat disusun melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan pakar pengembangan sumber daya manusia Ary Ginanjar Agustian, tim formatur pendidikan, dan sekolah-sekolah swasta.

Kini, Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan pendidikan, melainkan ruang harapan baru tempat anak-anak yang lahir dari keterbatasan diberi kesempatan untuk tumbuh, bermimpi, dan menentukan masa depannya sendiri. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *