banner 728x250

Sintren, Jejak Mistis yang Menari dari Tanah Cirebon

banner 120x600
banner 468x60

CIREBON | Di tengah arus modernisasi, kesenian tradisional Sintren tetap bertahan sebagai mahakarya budaya yang lahir dari pesisir Jawa Barat. Seni pertunjukan ini menghadirkan perpaduan tari, musik, dan drama yang diselimuti nuansa magis, menjadikannya bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman spiritual yang sarat makna.

Sintren berkisah tentang Sulasih, seorang gadis yang dalam legenda diculik oleh pangeran dari alam gaib dan kemudian menjelma menjadi boneka sintren. Melalui ritual tertentu, sosok tersebut “dihidupkan” untuk menari, menghadirkan pertunjukan yang memikat sekaligus menyimpan simbol perjalanan antara dunia nyata dan dunia tak kasatmata.

banner 325x300

Setiap pementasan diawali dengan prosesi sakral yang dipimpin seorang pawang. Dengan lantunan doa dan mantra, ia memohon izin kepada alam spiritual agar pertunjukan dapat berlangsung. Penari, yang biasanya seorang gadis yang dianggap masih suci, dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang tertutup kain. Suasana hening, tabuhan musik tradisional mulai terdengar, menciptakan atmosfer magis yang menjadi ciri khas Sintren.

Saat kurungan dibuka, penari muncul dengan riasan lengkap dan busana anggun, seolah telah mengalami transformasi. Ia kemudian menari mengikuti irama gending, diiringi para pengrawit yang menjaga tempo sekaligus membangun suasana dramatik. Gerakan tari Sintren dikenal lincah, kadang akrobatik, menuntut kekuatan fisik sekaligus penghayatan mendalam.

Di penghujung pertunjukan, pawang kembali melakukan ritual penutupan untuk “mengembalikan” unsur gaib ke alamnya. Prosesi ini menandai berakhirnya perjalanan simbolik yang diyakini sebagai bentuk harmoni antara manusia, alam, dan tradisi leluhur.

Bagi masyarakat pesisir Cirebon, Sintren bukan hanya hiburan rakyat, tetapi identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Nilai sejarah, spiritualitas, dan estetika yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat akan kekayaan tradisi Nusantara.

Di tengah tantangan zaman, Sintren terus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai upaya pelestarian agar kisah, gerak, dan makna yang terkandung di dalamnya tetap hidup, menari bersama waktu.(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *