SMPN 1 Atap 1 Gabuswetan Diusulkan Direvitalisasi, Harapan Baru di Tengah Bangunan yang Menua

banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu  – Bertahun-tahun menjalankan proses belajar mengajar di tengah kondisi bangunan yang mulai menua dan mengalami kerusakan, keluarga besar SMP Negeri 1 Atap 1 Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, akhirnya mendapat secercah harapan. Sekolah tersebut diusulkan mengikuti program revitalisasi yang direncanakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan.

Meski belum ditetapkan sebagai penerima bantuan, usulan tersebut menjadi angin segar bagi sekolah yang selama ini berupaya mempertahankan kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pengajuan revitalisasi, sekolah mengusulkan perbaikan dua bangunan di bagian depan, tiga ruang laboratorium, ruang Tata Usaha (TU), serta fasilitas toilet yang kondisinya dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.

Kepala SMP Negeri 1 Atap 1 Gabuswetan, Didno, S.E., mengatakan sebagian bangunan sekolah telah mengalami kerusakan cukup berat sehingga membutuhkan rehabilitasi secara menyeluruh.

“Bangunan yang kami usulkan memang kondisinya sudah rusak berat, terutama bagian depan sekolah. Karena itu kami terus berupaya agar sekolah ini bisa mendapatkan bantuan revitalisasi,” ujar Didno kepada Min.co.id, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, selama ini sekolah hanya mampu melakukan perbaikan ringan dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang setiap tahun diterima sekitar Rp72 juta. Dengan jumlah peserta didik yang masih terbatas, anggaran tersebut diprioritaskan untuk mendukung operasional pendidikan sehingga belum mencukupi untuk membiayai rehabilitasi bangunan dalam skala besar.

Didno menjelaskan, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan usulan kepada Dinas Pendidikan serta melengkapi berbagai persyaratan administrasi, termasuk memperbarui data kondisi bangunan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai bagian dari mekanisme pengajuan revitalisasi.

“Semua proses kami tempuh sesuai prosedur. Kami mengajukan usulan, melengkapi data di Dapodik, dan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sampai akhirnya sekolah kami mendapat undangan mengikuti tahapan program revitalisasi,” katanya.

Sebagai bagian dari proses tersebut, salah seorang guru SMP Negeri 1 Atap 1 Gabuswetan juga telah mengikuti kegiatan sosialisasi mengenai program revitalisasi yang diselenggarakan bagi sekolah-sekolah pengusul.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, usulan revitalisasi tersebut direncanakan masuk dalam kuota pelaksanaan gelombang kedua tahun 2026. Apabila seluruh tahapan administrasi, verifikasi, dan penetapan berjalan sesuai ketentuan, pekerjaan diperkirakan dapat dimulai pada periode Oktober hingga Desember 2026 dan berlanjut sesuai tahapan pada tahun 2027.

Bagi warga sekolah, rencana revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi harapan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

“Kami bersyukur karena usulan ini mendapat perhatian. Harapan kami pembangunan bisa segera terealisasi. Yang terpenting, sejak awal kami tidak pernah meminta sumbangan kepada orang tua atau wali murid. Semua kami tempuh melalui mekanisme pemerintah,” ungkap Didno.

Ia berharap, apabila revitalisasi dapat direalisasikan, kualitas sarana dan prasarana sekolah akan semakin baik sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih optimal dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, Min.co.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu maupun pihak Kementerian Pendidikan terkait perkembangan status usulan revitalisasi tersebut serta tahapan pelaksanaannya.

Apabila disetujui, revitalisasi SMP Negeri 1 Atap 1 Gabuswetan diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber:  hasil liputan di lingkungan sekolah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *