Proyek Revitalisasi SDN Mangunjaya Rp602 Juta Disorot, Baja Ringan Bekas Disebut Hanya Sementara

Foto: Keterangan Kepala sekolah
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Proyek revitalisasi SDN Mangunjaya, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menjadi perhatian setelah terlihat sejumlah material baja ringan yang disebut bekas digunakan di area pekerjaan.

Proyek revitalisasi tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp602.960.000. Penggunaan material yang disebut bekas kemudian memunculkan pertanyaan mengenai status penggunaannya dalam pekerjaan, terutama apakah material tersebut merupakan bagian dari konstruksi permanen atau hanya digunakan sementara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pantauan di lokasi pada Jumat (4/9/2026) memperlihatkan sejumlah baja ringan yang tampak telah digunakan sebelumnya berada pada bagian pekerjaan proyek. Namun, dari kondisi visual tersebut belum dapat dipastikan apakah material itu akan menjadi bagian dari konstruksi akhir bangunan.

Kepala SDN Mangunjaya, Kayim, saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan material tersebut hanya digunakan sementara.

“Pemasangan baja ringan bekas itu hanya sementara, nantinya akan diganti dengan yang baru,” ujar Kayim.

Menurut Kayim, penggunaan material tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek yang disebut menggunakan sistem “setel ulang”.

Istilah “setel ulang” tersebut belum disertai penjelasan teknis lebih lanjut mengenai maksud, dasar, maupun penerapannya dalam pekerjaan revitalisasi sekolah.

Di lokasi proyek, seorang perempuan yang berada di area pekerjaan dan menyebut dirinya sebagai pengawas juga sempat dimintai keterangan mengenai penggunaan material tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan mengarahkan pertanyaan kepada pihak pelaksana.

“Saya ga tau pak, coba tanyakan aja ke pelaksananya. Saya ke Kepsek dulu ya pak,” ujarnya sebelum meninggalkan lokasi.

Penggunaan material tersebut perlu mendapat penjelasan lebih lanjut karena proyek revitalisasi berkaitan dengan bangunan yang nantinya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Informasi mengenai spesifikasi material, metode pekerjaan, serta kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan menjadi penting untuk memastikan kondisi pekerjaan di lapangan dapat dipahami secara utuh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., telah dikonfirmasi melalui pesan singkat mengenai penggunaan material tersebut.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh tanggapan dari yang bersangkutan.

Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek juga dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai material yang digunakan di lokasi, termasuk status baja ringan yang disebut bekas, alasan penggunaannya, rencana penggantian dengan material baru, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.

Hingga berita ini ditayangkan, penjelasan dari pihak pelaksana proyek belum diperoleh.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp602,96 juta, keterbukaan mengenai pelaksanaan proyek menjadi bagian penting dalam pengawasan publik terhadap pembangunan fasilitas pendidikan.

Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak pelaksana proyek, Disdikbud Kabupaten Indramayu, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang perlu diluruskan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Diolah Redaksi

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *