Sopir Truk Tewas di Pantura Sukra, Apa yang Terjadi Sebelum Perjalanan Terhenti?

Foto : Dok. Polsek Sukra
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu — Perjalanan dari Kediri menuju Banten berakhir tragis di jalur Pantura, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Seorang sopir truk gandengan berusia 32 tahun ditemukan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, ketika kendaraan yang dikemudikannya berhenti untuk beristirahat.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat melakukan perjalanan bersama seorang kernet berusia 15 tahun. Tidak ada keterangan mengenai persoalan pribadi yang disampaikan korban kepada kernetnya. Namun, dalam perjalanan tersebut, korban sempat mengeluhkan kondisi kendaraan yang dirasakannya kurang beres.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peristiwa yang terjadi di Dusun Sukajadi, Desa Sukra, itu kini ditangani kepolisian. Penyebab dan latar belakang kematian korban masih belum diketahui secara pasti.

Korban bernama Edo Prakoso bin Jatniko, warga Dusun Sambirobyong, Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ia mengemudikan truk gandengan merek Hino dengan nomor polisi AG-8146-UC.

Kapolsek Sukra IPTU Andi Supriyatna membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangannya, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Cali (50) saat melintas di lokasi.

Warga tersebut melihat korban dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung di bagian depan samping kanan truk. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukra.

Berhenti Dini Hari, Satu Jam Kemudian Korban Ditemukan Meninggal

Keterangan kernet, Ega Aprilianto, membantu polisi menelusuri waktu dan situasi sebelum kejadian. Berdasarkan keterangannya, perjalanan dari Kediri menuju Banten dimulai pada Jumat (16/10/2026) malam.

Selama perjalanan, korban tidak menceritakan adanya masalah pribadi kepada Ega. Keluhan yang sempat disampaikan hanya berkaitan dengan kondisi truk yang terasa kurang beres. Meski demikian, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan pada kendaraan tersebut.

Truk kemudian tiba di wilayah Sukra sekitar pukul 03.00 WIB, Senin dini hari. Keduanya berhenti untuk beristirahat. Ega memilih tidur di dalam kabin, sedangkan korban berada di bagian atas kepala truk.

Sekitar satu jam berselang, korban ditemukan meninggal dunia.

Belum ada informasi yang memastikan apa yang terjadi pada korban selama rentang waktu tersebut. Keluhan mengenai kendaraan juga belum dapat dipastikan memiliki kaitan dengan peristiwa yang merenggut nyawanya.

Karena itu, penyebab maupun kemungkinan adanya persoalan lain di balik kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Amankan Barang Bukti

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sukra mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi satu kain sarung, satu kabel pengisi daya tipe C, dan satu unit telepon seluler.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk menjalani pemeriksaan luar dan visum medis.

IPTU Andi Supriyatna menyampaikan bahwa penanganan kasus dilakukan oleh pihak kepolisian. Penyelidikan diperlukan untuk melengkapi keterangan saksi, pemeriksaan medis, dan fakta lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi yang memastikan motif atau alasan korban mengakhiri hidupnya. Oleh sebab itu, dugaan mengenai persoalan pekerjaan, kondisi kendaraan, maupun masalah pribadi tidak dapat dijadikan kesimpulan tanpa bukti yang mendukung.

Menunggu Jawaban dari Hasil Penyelidikan

Kematian sopir dalam perjalanan jarak jauh ini menyisakan pertanyaan yang belum terjawab. Namun, jawaban atas penyebab kejadian harus bertumpu pada hasil pemeriksaan dan penyelidikan, bukan dugaan.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan jauh tidak hanya menuntut kesiapan kendaraan dan kewaspadaan di jalan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi fisik serta mental pengemudi.

Bagi siapa pun yang sedang menghadapi tekanan berat, mencari dukungan dari keluarga, rekan kerja, atau tenaga profesional merupakan langkah penting. Sementara itu, publik diharapkan tidak berspekulasi mengenai persoalan pribadi korban sebelum fakta yang dapat dipertanggungjawabkan terungkap.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Keterangan anggota Polsek Sukra

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *