
Kerikil.id | Indramayu – Malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia biasanya diwarnai kesibukan persiapan. Namun di Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, ada pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana tetapi cukup menentukan kenyamanan warga: menyiram lapangan yang mulai kering dan berdebu.
Minggu malam (16/8/2026), mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membasahi area Alun-Alun Haurgeulis. Penyiraman dilakukan menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang akan melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Langkah tersebut diambil karena kondisi lapangan yang mengering selama musim kemarau berpotensi membuat debu beterbangan ketika aktivitas warga dan peserta upacara berlangsung.
Petugas Damkar Patrol menyiram sejumlah bagian lapangan yang dinilai rawan menghasilkan debu. Air disemprotkan secara bertahap hingga permukaan tanah kembali lembap.
Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin terlihat sepele. Namun bagi peserta upacara, terutama pelajar yang nantinya harus berdiri dalam barisan, kondisi lapangan menjadi bagian dari kenyamanan selama mengikuti prosesi.
Camat Haurgeulis Rory Firmansyah mengatakan penyiraman dilakukan untuk mengurangi gangguan debu sekaligus menciptakan kondisi lapangan yang lebih nyaman bagi peserta dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta upacara, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat yang hadir, dapat mengikuti prosesi peringatan HUT RI ini dengan nyaman, khidmat, dan tanpa terganggu oleh kepulan debu,” ujar Rory.
Menurutnya, persiapan upacara tidak hanya menyangkut susunan acara dan peserta. Kondisi tempat pelaksanaan juga perlu diperhatikan agar prosesi peringatan kemerdekaan dapat berlangsung dengan baik.
“Upacara kemerdekaan adalah momen sakral, jadi segala persiapan fisik lapangan harus kita optimalkan, termasuk dengan melakukan penyiraman ini,” katanya.
Pengerahan mobil pemadam untuk menyiram lapangan sekaligus memperlihatkan adanya koordinasi antara pemerintah kecamatan dan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi kondisi lapangan selama musim kemarau.
Di tengah berbagai persiapan menjelang 17 Agustus, pekerjaan membasahi tanah mungkin tidak mendapat banyak sorotan. Tidak ada panggung, pidato, ataupun seremoni. Hanya suara mesin kendaraan dan semburan air yang perlahan membuat tanah kering kembali lembap.
Tetapi dari pekerjaan sederhana itulah pemerintah kecamatan berupaya memastikan ratusan peserta dapat berdiri dengan lebih nyaman ketika upacara berlangsung.
Sebab kemeriahan peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang bendera yang berkibar dan barisan peserta yang rapi. Ada pula hal-hal kecil di balik layar yang harus dipersiapkan agar momentum tersebut dapat berlangsung aman, nyaman, dan khidmat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Peliputan dan wawancara dengan Camat Haurgeulis Rory Firmansyah










