Ketika Anak Muda Menari tentang Perjuangan, Alun-Alun Haurgeulis Mendadak Jadi Panggung Sejarah

Foto: Redaksi Kerikil.id
banner 468x60

Kerikil.id| Indramayu – Riuh penonton seketika berubah menjadi hening ketika puluhan pelajar SMA Negeri 1 Haurgeulis mulai bergerak di tengah Alun-Alun Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Senin (17/8/2026) pagi.

Mengenakan kostum bernuansa perjuangan dan membawa sejumlah properti tradisional, para siswa itu tidak sekadar menampilkan tarian. Mereka membawa penonton menyusuri kembali gambaran perjuangan merebut kemerdekaan melalui gerak, ekspresi, dan adegan teatrikal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penampilan tari kolosal tersebut digelar sebelum upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setiap gerakan terlihat dipersiapkan dengan matang. Formasi berubah, irama bergerak dinamis, sementara adegan teatrikal menghadirkan suasana perjuangan yang membuat pertunjukan terasa lebih dari sekadar hiburan.

Ratusan warga yang sejak pagi berada di sekitar alun-alun pun ikut menyaksikan. Tepuk tangan dan perhatian penonton mengikuti setiap perubahan adegan hingga pertunjukan mencapai bagian akhir.

Yang menarik, pesan perjuangan dalam pertunjukan tersebut tidak disampaikan melalui buku pelajaran atau pidato. Para pelajar justru menyampaikannya melalui tubuh, musik, ekspresi, dan sebuah panggung terbuka di tengah masyarakat.

Di balik penampilan tersebut terdapat peran guru pembimbing, Hesti, yang mendampingi para siswa selama proses persiapan. Latihan diperlukan agar gerakan puluhan penampil dapat menyatu dan koreografi berjalan sesuai alur yang telah disiapkan.

Bagi para siswa, tampil di hadapan masyarakat pada momentum hari kemerdekaan menjadi pengalaman tersendiri. Mereka bukan hanya menjadi peserta upacara, tetapi turut mengambil bagian dalam menyampaikan pesan tentang perjuangan kepada masyarakat melalui seni.

Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., mengapresiasi penampilan para pelajar tersebut. Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan para siswa memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui berbagai cara.

“Semangat juang yang ditampilkan oleh para pelajar harus menjadi motor penggerak bagi generasi muda saat ini untuk terus berkarya dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi nyata,” ujarnya.

Puncak pertunjukan ditandai dengan pengibaran Merah Putih oleh para penari. Momen tersebut membuat suasana di alun-alun semakin emosional sebelum rangkaian kegiatan berlanjut ke upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Setelah pertunjukan selesai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Haurgeulis melanjutkan agenda dengan upacara pengibaran bendera. Rangkaian peringatan kemudian diteruskan melalui Karnaval Budaya Nusantara.

Panggung tari itu akhirnya kembali kosong. Para pelajar meninggalkan lapangan, sementara bendera Merah Putih tetap berkibar di tengah alun-alun.

Namun bagi penonton yang menyaksikan, pertunjukan tersebut meninggalkan pesan sederhana kemerdekaan tidak hanya diwarisi, tetapi juga perlu diisi. Dan bagi generasi muda, salah satu caranya adalah berkarya, menjaga ingatan sejarah, serta meneruskan semangat perjuangan melalui kemampuan yang mereka miliki.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id.id
Sumber: Peliputan langsung dan keterangan Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., 17 Agustus 2026

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *