Keluhan Debu Truk Pengangkut Tanah Ditindaklanjuti, Polsek Haurgeulis Fasilitasi Solusi Bersama

Foto: redaksi
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Keluhan warga terhadap kepulan debu dari aktivitas armada pengangkut tanah kupasan sawah di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mendapat respons kepolisian. Polsek Haurgeulis memfasilitasi pertemuan dan koordinasi dengan pihak pengelola serta unsur terkait untuk mencari langkah yang dapat mengurangi dampak terhadap masyarakat dan pengguna jalan.

Keluhan tersebut muncul karena lalu lalang truk pengangkut tanah menimbulkan debu, terutama ketika kondisi cuaca kering. Warga menilai kondisi itu mengganggu kenyamanan lingkungan dan aktivitas pengguna jalan di sekitar jalur yang dilalui kendaraan pengangkut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.A., mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai persoalan tersebut dan kemudian mengambil langkah dengan mempertemukan pihak-pihak terkait.

“Setelah menerima laporan dari warga mengenai dampak polusi udara dari aktivitas pengangkutan tanah kupasan sawah ini, kami segera mengundang dan berkoordinasi dengan pihak pengelola serta unsur terkait lainnya,” ujar Saefullah, Selasa (1/9/2026).

Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya, pihak pengelola aktivitas pengangkutan tanah menyepakati penyiraman secara berkala pada jalur yang dilalui truk untuk mengurangi debu yang beterbangan.

Selain penyiraman jalan, pengelola juga diimbau memastikan muatan tanah ditutup menggunakan terpal. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko tanah tercecer selama perjalanan sekaligus menekan dampak terhadap pengguna jalan dan lingkungan sekitar.

Bagi warga, persoalan debu bukan sekadar gangguan kenyamanan. Ketika kendaraan melintas dalam kondisi jalan kering, debu dapat beterbangan ke lingkungan sekitar dan mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan. Karena itu, penanganan dampak aktivitas pengangkutan menjadi perhatian masyarakat.

Polsek Haurgeulis menempatkan persoalan tersebut sebagai bagian dari upaya penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mendorong komunikasi antara warga dan pihak yang menjalankan aktivitas pengangkutan.

Langkah itu diharapkan dapat menjaga agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang berada di sekitar jalur pengangkutan.

Respons kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga berharap kesepakatan yang telah dicapai tidak berhenti pada koordinasi, tetapi benar-benar dilaksanakan secara konsisten, terutama penyiraman jalan dan penggunaan terpal pada kendaraan pengangkut.

Polsek Haurgeulis juga mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan keselamatan pengguna jalan serta kondisi lingkungan selama kegiatan pengangkutan berlangsung.

Penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan langkah mitigasi diharapkan dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan aktivitas pengangkutan tanah dan hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang nyaman serta aman.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Peliputan dan wawancara langsung di Haurgeulis

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *