Kerikil.id | Majalengka – Kobaran api yang awalnya terlihat di lahan belakang Perumahan Alam Asri, Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Senin (14/9/2026) pagi, berubah menjadi tragedi. Di tengah upaya petugas menjinakkan api, seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di area lahan yang terbakar.
Korban diketahui berinisial S (73), warga Desa Karayunan. Ia ditemukan ketika petugas pemadam kebakaran melakukan penyisiran saat proses penanganan kebakaran yang menghanguskan lahan sekitar 450 meter persegi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang warga bernama Tio melihat titik api di lahan belakang perumahan dan segera melaporkannya kepada perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat. Danramil 1701/Majalengka Kapten Arh Winarno bersama anggota Koramil dan Babinsa mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan petugas lainnya agar api tidak meluas dan mengancam kawasan permukiman.
Namun, di tengah kepulan asap dan proses pemadaman itulah petugas menemukan korban.
Tim Inafis Polres Majalengka bersama dokter dari Puskesmas Cigasong tiba sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan. Sekitar 15 menit kemudian, korban dibawa ke RSUD Majalengka untuk pemeriksaan lebih lanjut dan visum luar.
Berdasarkan informasi sementara, keluarga korban tidak menghendaki dilakukan autopsi.
Api Membesar, Korban Diduga Berusaha Memadamkan
Informasi awal di lapangan menyebutkan kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran di lahan tersebut. Api kemudian membesar dan merambat ke arah kawasan Perumahan Alam Asri.
Korban diduga berada di sekitar lokasi dan berupaya memadamkan api ketika kobaran mulai membesar. Namun, bagaimana persisnya korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia masih memerlukan kepastian dari hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Karena itu, dugaan bahwa korban meninggal saat berusaha memadamkan api belum dapat disimpulkan sebagai fakta akhir.
Kebakaran sendiri menghanguskan lahan sekitar 450 meter persegi. Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh unsur TNI, Polri, pemerintah desa, tenaga kesehatan, BPBD, Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran.
Kapten Arh Winarno mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penggunaan api di lahan terbuka, terutama ketika kondisi lahan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman, terlebih ketika berada dekat permukiman.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap titik api kepada aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Keriikil.id
Sumber: Pendim 0617/Majalengka,Diolah Redaksi











