Kerikil.id | Indramayu — Minggu sore biasanya menjadi waktu untuk menikmati angin pantai. Namun, di Pantai Ujung Ori, Desa Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Indramayu, puluhan anak muda justru memilih memungut sampah yang berserakan di bibir pantai.
Sejak pukul 15.00 WIB, anggota Karang Taruna Desa Patrol Lor menyusuri kawasan pesisir. Botol plastik, kantong kemasan, hingga bungkus makanan yang berserakan dikumpulkan satu per satu. Di bawah pepohonan dan sepanjang tepian pantai, tangan-tangan muda itu bekerja membersihkan ruang yang menjadi bagian dari lingkungan mereka sendiri.
Bagi mereka, pantai bukan sekadar tempat wisata. Pantai Ujung Ori adalah bagian dari wajah Desa Patrol Lor yang harus dirawat bersama.
Ketua Karang Taruna Desa Patrol Lor, Samsul, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kenyamanan kawasan wisata.
“Pantai Ujung Ori adalah salah satu ikon kebanggaan warga Patrol Lor. Kami ingin memastikan kawasan ini tetap bersih, nyaman, dan enak dipandang oleh para pengunjung yang datang,” ujar Samsul di sela kegiatan.
Tidak ada panggung, seremoni, maupun spanduk besar dalam kegiatan itu. Yang terlihat justru sapu, kantong-kantong sampah, dan para pemuda yang bergotong royong membersihkan kawasan pesisir.
Pantai Ujung Ori selama ini menjadi salah satu tujuan warga untuk menghabiskan waktu, terutama pada akhir pekan. Karena itu, kebersihan menjadi bagian penting dari kenyamanan pengunjung sekaligus keberlangsungan daya tarik wisata lokal.
Sampah yang terkumpul kemudian dikumpulkan untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Lebih dari sekadar membersihkan pantai, kegiatan tersebut menjadi pesan sederhana dari para pemuda Patrol Lor menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Kadang, cukup dengan membungkuk, mengambil satu botol plastik, lalu mengajak orang lain melakukan hal yang sama.
Harapannya, kesadaran menjaga kebersihan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Warga dan wisatawan diingatkan untuk membawa kembali sampahnya atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
Sebab, pantai yang bersih bukan hanya lebih enak dipandang. Di sana ada ruang hidup, ruang mencari penghidupan, sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menikmati alam.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Kegiatan Langsung











