Independensi Tanpa Batas: Komitmen Transparansi Polda Jabar Melalui Mata Pimred

banner 468x60

Kerikil.id | Bandung — Ajang Lomba Jurnalistik Polda Jawa Barat (Jabar) benar-benar membuktikan komitmen Polri dalam menjaga independensi pers. Proses penilaian semua karya yang masuk diserahkan penuh kepada dewan juri independen. Pihak kepolisian memastikan sama sekali tidak ada intervensi dalam penentuan pemenang.

Bukan kaleng-kaleng, barisan dewan juri yang mengawal objektivitas lomba ini diisi oleh para pimpinan redaksi (Pimred) dan redaktur senior media arus utama di Jawa Barat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Posisi ketua dewan juri diisi oleh Irwan Natsir yang merupakan Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat. Sedangkan anggota dewan juri diisi oleh Azam Munawar (Pimpinan Redaksi Radar Bandung), Brilliant Awal (Redaktur Pelaksana Harian Umum Koran Gala) dan Gin Gin Tigin Ginulur (Redaktur Utama Inilahkoran.id).

Ketua Dewan Juri, Irwan Natsir, memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Jabar. Menurutnya, kebebasan mutlak yang diberikan selama proses penjurian sangat penting demi menjaga ruh utama pers, yaitu independensi.

“Independensi itu ruhnya media. Makanya kita sangat mengapresiasi Polda Jabar yang memberikan kebebasan penuh tanpa intervensi sedikit pun buat menentukan siapa pemenangnya,” kata Irwan.

Irwan menambahkan, semua karya yang masuk merupakan hasil liputan orisinal para jurnalis media arus utama di Jabar yang digarap sesuai kaidah jurnalistik. Topiknya pun sangat variatif, mulai dari sisi humanis Polri, ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, sampai kiprah polisi di tengah masyarakat. Lewat ajang ini, ia berharap bakal terus lahir karya jurnalistik yang kritis sekaligus edukatif.

Pada acara penganugerahan lomba, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menegaskan kalau pelibatan tokoh media senior sebagai juri adalah bukti nyata Polda Jabar ingin membangun sinergi yang transparan.

Bagi Irjen Pipit, media arus utama punya peran krusial sebagai benteng informasi yang valid di tengah gempuran hoaks di media sosial.

“Penegakan hukum itu tidak bisa jalan lewat asumsi atau persepsi, semuanya wajib faktual dan terverifikasi. Begitu juga dengan informasi yang kita lempar ke masyarakat,” jelas Irjen Pipit, Kamis (30/7/2026).

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan, institusi Polri sangat terbuka dengan masukan dan tidak anti-kritik, asalkan berbasis data dan fakta di lapangan.

“Kalau memang ada yang perlu dikritisi dan itu faktual, silakan saja. Pasti akan kami perbaiki,” tambahnya.

Sinergi positif ini juga diaminkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi mitra yang kritis namun kolaboratif lewat gerakan Jawara (Jaga dan Rawat Jawa Barat).

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Bid.Humas Polda Jabar Diolah Redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *