Progres Irpom Gantar Capai 70 Persen, Harapan Petani Tadah Hujan Mulai Mengalir dari Sumur Bor

banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Bertahun-tahun menunggu hujan menjadi tantangan yang akrab bagi petani sawah tadah hujan di Desa Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Kini, secercah harapan mulai terlihat. Program Irigasi Pompa (Irpom) berbasis sumur bor yang dibangun untuk Kelompok Tani (Poktan) Cinta Mekaya telah mencapai progres sekitar 70 persen dan diproyeksikan segera mengalirkan air ke lahan pertanian warga.

Program bantuan dari Kementerian Pertanian itu dirancang untuk menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi petani, yakni keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Dengan memanfaatkan sumber air bawah tanah, sistem irigasi ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengeboran sumur telah rampung dengan hasil debit air yang dinilai stabil dan mencukupi kebutuhan. Sementara itu, pembangunan rumah pompa dan bak penampung utama telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Di sisi lain, para petani bersama tim teknis masih merampungkan pemasangan jaringan pipa distribusi yang nantinya akan mengalirkan air langsung menuju areal persawahan.

Jika seluruh pekerjaan selesai sesuai target, sistem irigasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pada musim tanam mendatang sehingga petani memiliki pasokan air yang lebih terjamin, bahkan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Ketua Poktan Cinta Mekaya, Ibung, mengaku optimistis keberadaan Irpom akan membawa perubahan besar bagi petani di wilayahnya. Selama ini, keterbatasan air menjadi kendala utama yang membuat sebagian lahan tidak dapat ditanami secara optimal.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan Irpom sumur bor ini. Saat ini pengerjaan sudah mencapai sekitar 70 persen dan menjadi solusi konkret bagi kami yang selama ini selalu kesulitan air saat kemarau,” ujarnya saat ditemui di Gantar, Selasa (4/8/2026).

Menurut Ibung, tersedianya sumber air yang lebih stabil berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali tanam dalam setahun (IP 100) menjadi dua kali tanam (IP 200). Peningkatan intensitas tanam tersebut diharapkan berdampak langsung pada produktivitas lahan dan pendapatan petani.

Meski demikian, ia berharap pembangunan fisik ini juga diikuti dengan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam pemeliharaan mesin pompa serta dukungan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan obat-obatan tanaman agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.

Saat ini, sisa pekerjaan sekitar 30 persen masih terus dikebut. Setelah seluruh infrastruktur selesai dan sistem diuji coba, Irpom diharapkan segera beroperasi penuh sebagai penopang kebutuhan air bagi lahan pertanian di Desa Gantar.

Bagi petani setempat, pembangunan Irpom bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol harapan baru menuju pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, lebih mandiri dalam pengelolaan air, dan lebih produktif dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Penulis: Redaksi 
Editor: Redaksi Kerikil.id
Sumber: Wawancara Ketua Poktan Cinta Mekaya dan informasi lapangan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *