banner 728x250
News  

Prof. Ermaya Suradinata Dorong Pendidikan Berasrama, Siapkan Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas

Foto: tangkapan Layar
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Gagasan besar transformasi pendidikan nasional kembali mengemuka dari lingkungan pendidikan berasrama.

Dalam rangkaian simposium pendidikan di Al-Zaytun, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S., Gubernur Lemhannas RI ke-13 periode 2001-2005, menegaskan pentingnya penguatan sistem pendidikan berasrama sebagai fondasi membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

banner 325x300

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia di Mahad Al Zaytun Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Minggu (31/5/2026).

Menurut Prof. Ermaya, pendidikan berasrama bukan sekadar model pembelajaran yang mengintegrasikan proses belajar mengajar dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Lebih dari itu, sistem tersebut menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa kebangsaan, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab generasi muda sejak dini.

Ia menilai Indonesia membutuhkan terobosan besar di bidang pendidikan untuk mempercepat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan semangat kebangsaan yang kuat.

“Pendidikan berasrama mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang utuh. Di dalamnya tidak hanya berlangsung proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, etika, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan,” ungkap Prof. Ermaya.

Sebagai tokoh yang pernah memimpin Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Prof. Ermaya menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, kekuatan terbesar Indonesia terletak pada kualitas manusianya.

Karena itu, pendidikan berasrama dinilai menjadi salah satu instrumen strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang memiliki daya saing global sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, dan semangat persatuan.

Dalam pandangannya, pola pendidikan yang terintegrasi antara penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, kepemimpinan, serta pembinaan spiritual akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Suasana diskusi yang berlangsung hangat tersebut mendapat perhatian besar dari para akademisi, praktisi pendidikan, dan peserta didik. Berbagai gagasan yang disampaikan menjadi inspirasi bagi upaya membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

Bagi Prof. Ermaya, pendidikan berasrama merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak hanya dirasakan oleh individu peserta didik, tetapi juga oleh bangsa dan negara. Melalui sistem yang terencana dan berkelanjutan, pendidikan berasrama diyakini mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, visioner, dan siap mengabdi untuk kemajuan Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, gagasan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sesungguhnya sedang dipersiapkan hari ini, melalui pendidikan yang mampu membentuk manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Keterangan dan pandangan Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S. dalam rangkaian Simposium Pendidikan Berasrama Al-Zaytun

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *