banner 728x250
News  

Menuju Rumah Impian, Air Mata Wastini Pecah Saat Lucky Hakim Datang Membawa Asa

Foto: Diskominfo Indramayu
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Senyum haru terpancar dari wajah Wastini (81) saat Bupati Indramayu Lucky Hakim menginjakkan kaki di rumah sederhananya di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Rabu (24/6/2026).

Di usia senja, perempuan yang hidup seorang diri itu akhirnya melihat secercah harapan setelah rumah reyot yang selama ini ditempatinya dipastikan akan direhabilitasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari BAZNAS Kabupaten Indramayu.

banner 325x300

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung Bupati Lucky Hakim ke dua lokasi penerima bantuan rehabilitasi rumah di Kecamatan Sukra, yakni di Desa Sukra dan Desa Bogor. Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Camat Sukra, para kepala desa, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu.

Masing-masing keluarga penerima memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzakki yang disalurkan melalui BAZNAS.

Rumah pertama yang dikunjungi adalah milik Wastini. Kondisinya begitu memprihatinkan. Setelah rumah lamanya hangus dilalap api, ia terpaksa bertahan hidup di bangunan darurat yang hanya ditopang bambu dengan atap terpal bekas di samping kandang kambing.

Pemandangan itu menggugah kepedulian semua pihak yang hadir.

“Alhamdulillah, BAZNAS akan membantu membangunkan rumah yang nantinya dipantau oleh pemerintah desa dan kecamatan. Ini merupakan kebaikan dari banyak pihak, termasuk pemilik tanah yang bersedia lahannya digunakan untuk pembangunan rumah,” ujar Bupati Lucky Hakim.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Bogor untuk meninjau rumah milik Darto. Kondisi rumah yang ditempatinya tak kalah memprihatinkan. Bangunan terlihat miring, retak di berbagai bagian, dan berpotensi roboh sewaktu-waktu, terutama ketika hujan deras maupun angin kencang.

Melihat langsung kondisi tersebut, Lucky Hakim berharap proses rehabilitasi segera direalisasikan agar keluarga Darto dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

“Rumah Pak Darto sudah miring, retak, dan berisiko roboh. Mudah-mudahan proses pembangunannya dapat segera dilakukan. Terima kasih kepada para muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat membantu masyarakat secara nyata,” katanya.

Menurut Lucky, setiap penerima bantuan memiliki kondisi yang berbeda, namun seluruhnya memenuhi kriteria sebagai warga yang membutuhkan hunian layak. Program Rutilahu bukan sekadar membangun rumah, melainkan menghadirkan kembali rasa aman, harapan, dan martabat bagi masyarakat kurang mampu.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Saya bersaksi melihat langsung bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” tegasnya.

Program Rutilahu yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama BAZNAS menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu mengubah kehidupan masyarakat. Di balik setiap rumah yang dibangun, tersimpan harapan baru agar warga dapat hidup lebih layak, sehat, dan sejahtera.

Bagi Wastini dan Darto, bantuan itu bukan sekadar tumpukan material bangunan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri, karena masih banyak tangan-tangan yang peduli untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi 
Sumber: Diskominfo Indramayu,Diolah Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *