Kerikil.id | Bandung – Bagi sebagian orang, ejekan atau dorongan kecil di koridor sekolah mungkin dianggap sebagai banyolan masa kecil yang lumrah. Namun, bagi seorang anak yang menjadi korbannya, “candaan” tersebut adalah monster tak kasat mata yang perlahan merenggut senyum, kepercayaan diri, hingga ruang aman mereka untuk tumbuh.
Perundungan (bullying) bukan perkara sepele. Dampaknya nyata dan mendalam, mulai dari luka fisik yang membekas, trauma psikologis yang mengendap, hingga ancaman serius terhadap keselamatan jiwa sang anak.
Menyikapi fenomena yang kerap bersembunyi di balik dalih gurauan ini, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengambil langkah tegas. Mereka mengetuk kesadaran kolektif kita semua, keluarga, sekolah, hingga lingkungan pergaulan sehari-hari harus bertransformasi menjadi benteng pelindung bagi anak.
Tantangan terbesar dalam memberantas perundungan sering kali adalah sikap acuh tak acuh dari lingkungan sekitar. Banyak yang memilih menutup mata atau menganggapnya sebagai fase kedewasaan yang biasa.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., secara khusus mengajak orang tua, guru, dan para siswa untuk meningkatkan kepekaan. Beliau mengingatkan bahwa setiap anak lahir dengan hak yang sama: tumbuh, belajar, dan bermain tanpa dihantui rasa takut.
“Perundungan bukan candaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak dari segala bentuk perundungan,” tegas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Sabtu (17/10/2026).
Untuk meruntuhkan tembok perundungan, Polda Jabar menekankan pentingnya sinergi tiga elemen kunci dalam kehidupan anak, yakni orang tua, guru dan masyarakat.
Membungkam atau membiarkan perundungan terjadi sama saja dengan membiarkan masa depan seorang anak perlahan runtuh. Polda Jabar menyelipkan pesan menyentuh agar masyarakat tidak lagi menjadi penonton pasif saat melihat ketidakadilan menimpa anak-anak.
“Jangan diam ketika melihat perundungan. Dengarkan anak, berikan dukungan kepada korban, dan segera laporkan. Satu kepedulian, satu laporan, dan satu tindakan dapat membantu menyelamatkan masa depan anak,” pungkasnya.
Melalui gerakan kepedulian bersama ini, Polda Jabar berharap tidak ada lagi anak yang harus menanggung trauma dalam kesunyian. Sebab, di dalam lingkungan yang aman dan terlindungi, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengepakkan sayap dan tumbuh secara optimal.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Bid Humas Polda Jabar, Diolah Redaksi











