Kerikil.id | Indramayu – Sebanyak 105 pelajar SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (5/10/2026). Para siswa mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah, yang memaksa puluhan korban dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan data dari pihak berwenang, dari total 105 siswa yang terdampak, 18 orang dirawat di Puskesmas Tukdana, puluhan lainnya ditangani di Puskesmas Kerticala, dan dua siswa dirujuk ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan intensif. Makanan yang dikonsumsi para pelajar tersebut diduga kuat dipasok oleh SPPG Kerticala 2.
Camat Tukdana, Heka Sugono, membenarkan terjadinya insiden tersebut dan menyatakan bahwa penanganan medis langsung dilakukan secara cepat kepada seluruh korban. Namun, ia menegaskan bahwa status “keracunan” ini masih bersifat dugaan sementara.
“Sekarang sampel makanan sedang diuji laboratorium di Labkesda Dinas Kesehatan Indramayu. Soal korban masih mungkin bertambah karena masih ada yang datang di Puskesmas Kerticala,” ujar Heka, Selasa (6/10/2026).
Imbas dari kejadian ini, gelombang protes dan krisis kepercayaan mulai muncul dari pihak keluarga siswa. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan salah satu keluarga korban menyatakan kekecewaannya dan menyerukan aksi boikot untuk membawa bekal sendiri dari rumah guna menghindari konsumsi makanan program MBG.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu bersama pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait rantai distribusi, pengolahan, dan standar kebersihan pasokan makanan tersebut. Kepastian mengenai penyebab utama tumbangnya ratusan pelajar ini masih menunggu hasil resmi pemeriksaan sampel makanan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Indramayu.
Redaksi membuka ruang klarifikasi kepada semua pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Kerikil.id
Sumber : Keterangan Camat Tukdana











