Kerikil.id | Indramayu – Hamparan lahan di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, perlahan berubah menjadi simbol harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Indramayu. Di tempat yang dahulu hanya berupa kawasan terbuka, kini berdiri bangunan-bangunan yang kelak akan menjadi pusat pendidikan bagi generasi yang selama ini memiliki keterbatasan akses untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Harapan itu semakin nyata ketika Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat 1 Kabupaten Indramayu, Selasa (2/6/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai jadwal, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal lahirnya sebuah lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Di tengah aktivitas para pekerja yang terus menyelesaikan berbagai bangunan, Lucky Hakim menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan investasi masa depan yang harus dipersiapkan secara matang, mulai dari legalitas lahan, akses jalan, hingga kesiapan peserta didiknya.
“Kita ingin memastikan akses menuju Sekolah Rakyat semakin baik. Ini bukan hanya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan pendidikan ke depan,” ujar Lucky.
Menurutnya, akses menuju kawasan Sekolah Rakyat masih memiliki peluang besar untuk ditata dan dikembangkan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi siswa, guru, maupun masyarakat yang nantinya beraktivitas di kawasan tersebut.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek, Fahri selaku Operational Manager PT Abipraya Uno KSO, menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2026 progres pembangunan telah mencapai sekitar 61,60 persen.
Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada 25 Agustus 2026 sesuai dengan jadwal kontrak yang telah ditetapkan.
Beberapa fasilitas utama yang telah menunjukkan perkembangan signifikan antara lain gedung serbaguna, masjid, serta sejumlah bangunan penunjang lainnya. Di sisi lain, pembangunan gedung SMP dan SMA masih terus dipercepat, begitu pula pembangunan gedung SD, asrama siswa, asrama guru, kantin, hingga lapangan sepak bola yang kini memasuki tahap penanaman rumput.
Namun bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan yang megah.
Lebih dari itu, sekolah tersebut harus benar-benar mampu menjangkau mereka yang membutuhkan.
Karena itu, proses penjaringan calon siswa terus dilakukan melalui berbagai unsur sosial di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, proses penjangkauan calon peserta didik dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta Pelaksana Program Kesejahteraan Sosial Kecamatan (PKSK).
Program Sekolah Rakyat sendiri diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
Bagi banyak keluarga, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang layak dan berkualitas.
Lucky Hakim menegaskan, sekolah ini harus menjadi rumah harapan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi harus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung yang megah, tetapi juga dukungan semua pihak agar sekolah ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Di balik deretan bangunan yang terus bertumbuh di Terisi, tersimpan mimpi besar tentang masa depan anak-anak Indramayu. Mimpi yang lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah kehidupan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan keterbatasan hari ini dengan kesempatan yang lebih luas di masa depan.
Dari Terisi, sebuah harapan sedang dibangun. Bukan sekadar sekolah, melainkan masa depan baru bagi anak-anak Indramayu yang selama ini menunggu kesempatan untuk mengubah nasib melalui pendidikan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Indramayu – Diolah Redaksi


















