News  

Masyarakat Desa Cipaat Pertanyakan 900 Juta Dana Pribadi Kuwu Untuk Pembangunan 

Masyarakat Desa Cipaat Pertanyakan 900 Juta Dana Pribadi Kuwu Untuk Pembangunan 

Kerikil.id, Indramayu – Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Cipaat berkumpul di aula kantor Kuwu Cipaat Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu Jawa Barat untuk bersilaturahmi dengan BPD Dan Kuwu setempat membahas beberapa persoalan krusial terkait perkembangan pembangunan di Desa Cipaat, Kamis (18/9/2025).

Dikatakan Hamizul Fuad, salah satu persoalan yang dibahas pada pertemuan tersebut karena beredarnya video sambutan Kuwu Cipaat ketika acara pengajian menyatakan selama masa kepemimpinannya sudah menggelontorkan dana pribadi sebesar 900 juta untuk pembangunan di Desa Cipaat. Pernyataan ini memicu rasa penasaran warga masyarakat karena anggaran pribadi sebesar Rp 900 juta itu digunakan untuk pembangunan desa di sektor apa saja. Warga menilai selama ini pembangunan di desa Cipaat selalu mendapat kucuran dana yang cukup besar dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi maupun dari Pemerintah Pusat.

“Sebenarnya uang sebesar Rp 900 juta itu bersumber dari anggaran apa dan untuk apa saja ? lalu, tata kelola pemerintahan desanya seperti apa?. Uang sebesar itupun apakah nantinya akan dihitung hutang yang harus dibayar ataukah akan dihibahkan ke Pemdes. Semua itu harus dijelaskan kepada warga masyarakat desa Cipaat agar tidak gagal paham,” ucapnya lantang.

Tidak hanya itu, Hamizul Fuad pun menyoroti keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di atas tanah desa dan menggunakan bangunan Bumdes. Dirinya meminta transparansi pihak Desa dalam tata kelola anggaran desa, baik mulai dari perencanaan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) lalu ke Musyawarah Desa (Musdes) hingga ke pelaksanaan penggunaan anggaranya.

“Seburuk – buruknya kebijakan yang diambil dari hasil musyawarah lebih baik dari kebijakan yang diambil oleh satu orang,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Cipaat, Kusnadi menjelaskan, dirinya mengeluarkan dana pribadi totalnya sebesar 900 juta rupiah selama menjabat. Dana tersebut dikeluarkan  untuk menutupi kekurangan- kekurangan ditiap pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Desa Cipaat.

“Dana sebesar itu biasanya digunakan untuk memenuhi keinginan warga yang pada saat dilaksanakan pembangunan di wilayah tersebut ternyata anggarannya kurang. Seperti  ketika ada pembangunan jalan desa namun pelaksanaannya tanggung tidak sampai keujung jalan, maka untuk menutupi kekurangan dana pembangunan jalan hingga ke ujung itu maka digunakanlah uang pribadi Kuwu. Hal itu tentunya atas inisiatif pribadi agar masyarakat tidak kecewa. Dan setelah dihitung- hitung sekian lama, totalnya hingga mencapai angka 900 juta,” jelas Kuwu Cipaat.

Kuwu juga mengakui, pembangunan yang menggunakan dana peribadinya atas inisiatif sendiri namun tentunya dengan sepengetahuan BPD meski tidak terlebih dahulu melalui musyawarah. Selain itu terkait keberadaan Dapur MBG, Kuwu mengatakan pengelolaannya oleh perusahaan anaknya dan dengan adanya dapur MBG diatas tanah kas desa tentunya bisa menambah Pendapatan Asli Desa ( PADes).

“Dapur MBG itu sewanya sebesar 60 juta rupiah pertahun masuk kas desa dan keberadaan dapur MBG itu bisa menghidupkan Bumdes Cipaat karena pasokan bahan bakunya disalurkan melalui Bumdes,” pungkasnya.(Red)

Exit mobile version