Kerikil.id | Indramayu – Di sudut Desa Rancahan Blok Plasah RT 04 RW 02, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, terdapat sebuah padepokan sederhana yang setiap malam tertentu dipenuhi lantunan doa, sholawat, dan pembelajaran spiritual. Tempat itu dikenal masyarakat sebagai Padepokan Bumi Singa Lodra, sebuah ruang pembelajaran ilmu hikmah yang telah berdiri sejak tahun 2010.
Di tengah kehidupan masyarakat modern yang serba cepat, padepokan tersebut menjadi tempat bagi sebagian orang mencari ketenangan batin, penguatan mental, serta pembinaan spiritual melalui pembelajaran Mantra Keramat Suryani (MKS) atau Asma Suryani+.
Tak hanya diikuti masyarakat sekitar Indramayu, peserta pembelajaran bahkan datang dari berbagai daerah hingga luar negeri untuk mengikuti kegiatan secara langsung maupun jarak jauh.
Pimpinan Padepokan Bumi Singa Lodra, Ki Arya Lodra, mengatakan padepokan yang dirintisnya hadir sebagai wadah pembelajaran spiritual yang mengedepankan nilai-nilai positif dalam kehidupan.
“Padepokan Bumi Singa Lodra ini saya dirikan sebagai tempat pembelajaran spiritual dan penguatan batin bagi yang ingin belajar ilmu hikmah secara positif. Saya mengajarkan Mantra Keramat Suryani (MKS) dengan menanamkan keyakinan, keikhlasan, serta kebersihan hati, karena inti dari pembelajaran ini adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memanfaatkan ilmu untuk kebaikan,” ujar Ki Arya Lodra.
Menurutnya, pembelajaran spiritual yang diberikan bukan sekadar ritual semata, tetapi lebih diarahkan untuk membentuk karakter, ketenangan jiwa, serta membangun pola pikir yang positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Melalui pembelajaran MKS ini, kami ingin membentuk mental yang positif dan jiwa yang positif. Intinya bagaimana seseorang memiliki ketenangan batin, keyakinan diri, serta mampu menjalani kehidupan dengan pikiran dan tujuan yang baik,” katanya.
Suasana religius dan penuh kekeluargaan juga terasa dalam kegiatan jamiah rutin yang digelar dua kali setiap bulan. Setiap malam Minggu Legi, padepokan mengadakan kegiatan Sholawat Jibril MKS, sementara malam Jumat Kliwon diisi meditasi dan pembinaan spiritual bagi para peserta.
Pada malam-malam tersebut, peserta dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti pembelajaran dan memperkuat spiritualitas bersama.
Ki Arya Lodra menjelaskan, kegiatan di padepokan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memperdalam spiritualitas maupun memperkuat mental dan ketenangan diri.
Menariknya, pembelajaran yang dilakukan tidak hanya diikuti peserta dari dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian dari luar Indonesia.
“Tidak hanya masyarakat sekitar, peserta dari luar daerah bahkan luar negeri seperti Mesir, Malaysia, dan Singapura juga mengikuti pembelajaran, baik datang langsung maupun jarak jauh,” tambahnya.
Di balik aktivitas spiritual tersebut, Padepokan Bumi Singa Lodra juga menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan mental bagi masyarakat yang ingin menjalani hidup dengan lebih tenang dan positif.
Ki Arya Lodra pun mengajak masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh aktivitas dan pembelajaran di padepokan untuk mengakses kanal YouTube miliknya.
“Bagi yang ingin mengetahui kegiatan dan pembelajaran kami, silakan buka kanal YouTube Master Ki Arya Lodra dan jangan lupa subscribe agar selalu mendapatkan pemberitahuan terbaru dari saya,” pungkasnya.
Hingga kini, Padepokan Bumi Singa Lodra terus menjalankan pembelajaran spiritual secara rutin di tengah masyarakat dengan menanamkan nilai penguatan mental, jiwa positif, serta pemanfaatan ilmu untuk tujuan yang baik dan bermanfaat bagi sesama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Min.co.id – Diolah redaksi


















