banner 728x250
News  

Saat Empati Menjadi Kekuatan, Kemnaker Bekali Pegawai dengan Pertolongan Psikologis Awal

Foto : Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id Jakarta — Di balik tuntutan pekerjaan yang semakin dinamis, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: kesehatan mental para pegawai.

Menyadari pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis di lingkungan kerja, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Psychological First Aid (PFA) atau Bantuan Psikologis Awal sebagai langkah nyata membangun budaya kerja yang lebih peduli, suportif, dan penuh empati.

banner 325x300

Kegiatan yang diikuti pegawai serta anggota DWP Kemnaker ini menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memberikan dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang empatik, sekaligus memperkuat budaya saling peduli di lingkungan kerja.

Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui profesionalisme, tetapi juga melalui kepedulian antarsesama.

Menurutnya, tantangan dunia kerja yang terus berkembang menuntut setiap individu memiliki kepekaan terhadap kondisi psikologis rekan kerja sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman dan produktif.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang lebih empatik, serta menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan kerja,” ujar Sumarni dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, kemampuan mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan secara tepat merupakan keterampilan penting yang mampu memperkuat keharmonisan serta produktivitas organisasi.

Workshop tersebut menghadirkan tim akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Empat narasumber memberikan materi yang saling melengkapi, yakni Ahmad Naufalul Umam mengenai pengenalan Psychological First Aid, Istiqomah tentang langkah-langkah penerapan PFA, Rizki Dawanti membahas teknik komunikasi terapeutik, serta Dearly yang mengupas teknik stabilisasi emosi.

Tidak hanya menerima materi teori, para peserta juga mengikuti praktik dan simulasi (role play) sehingga mampu memahami secara langsung bagaimana memberikan bantuan psikologis awal kepada rekan kerja yang sedang menghadapi tekanan emosional.

Dalam paparannya, Ahmad Naufalul Umam menjelaskan bahwa Psychological First Aid (PFA) merupakan tindakan cepat untuk mengurangi dampak negatif stres sekaligus mencegah berkembangnya gangguan kesehatan mental yang lebih serius setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis.

Ia menjelaskan, trauma dapat muncul akibat pengalaman pribadi maupun peristiwa yang disaksikan, baik bersifat akut karena satu kejadian besar maupun kronis akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu lama.

“PFA bertujuan mengurangi dan mencegah dampak psikologis yang lebih buruk akibat bencana atau situasi sulit, sekaligus memperkuat proses pemulihan psikologis,” jelasnya.

Sementara itu, Istiqomah menguraikan bahwa penerapan PFA dilakukan melalui tiga prinsip sederhana namun efektif, yakni Look (mengamati kondisi dan kebutuhan), Listen (mendengarkan dengan empati), dan Link (menghubungkan dengan bantuan yang diperlukan).

Menurutnya, pendekatan tersebut membantu seseorang merasa lebih aman, lebih tenang, serta memperoleh dukungan yang tepat ketika menghadapi situasi krisis.

“Dengan menerapkan prinsip Look, Listen, dan Link, bantuan psikologis awal dapat diberikan secara sederhana namun tetap efektif,” ungkap Istiqomah.

Melalui workshop ini, Kemnaker berharap tercipta lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian. Sebab, di balik setiap pegawai yang produktif, terdapat kesehatan mental yang perlu dijaga bersama.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi kerikil.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker),Diolah Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *