banner 728x250
BISNIS  

Dari Tukang Becak hingga Pengusaha Fried Chicken, Ketulusan Noto Mengubah Jalan Hidup

Foto: Ade Nur / Min.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id  | Indramayu – Di sebuah sudut Desa Manggungan Blok Pandawa, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, tersimpan kisah hidup sederhana yang mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu lahir dari orang yang berkecukupan.

Sunoto, atau akrab disapa Noto, pernah menjalani hidup penuh keterbatasan sebelum akhirnya dikenal sebagai pelaku usaha fried chicken yang kini mampu membuka peluang pekerjaan bagi warga sekitar.

banner 325x300

Jauh sebelum usahanya berkembang, hidup Noto diwarnai perjuangan keras. Ia pernah menjadi tukang becak, memulung barang bekas di kawasan Bantar Gebang, hingga berjualan gorengan keliling dengan penghasilan sekitar Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per hari untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya.

Namun di tengah hidup yang serba terbatas, Noto tetap berusaha membantu orang lain.

Suatu hari, ia melihat seorang pria tua berpakaian lusuh yang kerap tidur berpindah-pindah di mushala dan masjid. Wajah pria itu tampak lelah dan kusut. Banyak orang memandangnya sebelah mata seperti gelandangan.

“Kasihan kalau lihat orang tidur di mushala, makan tidak jelas. Saya juga susah, tapi masa dibiarkan,” kenang Noto saat ditemui di kediamannya.

Meski hidupnya sendiri belum berkecukupan, Noto tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pria tersebut dengan memberi makan dan perhatian selama kurang lebih empat bulan.

Tak ada niat mencari imbalan. Yang ada hanya rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Menurut penuturan Noto, pria yang selama ini dibantunya ternyata memiliki usaha di bidang fried chicken. Dari pertemuan itulah, Noto mengaku mendapatkan banyak pelajaran tentang usaha ayam goreng modern, termasuk cara mengolah dan membangun usaha secara mandiri.

Kesempatan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.

Dengan modal keberanian dan kerja keras, Noto mulai membuka usaha kecil-kecilan di depan rumahnya. Perjalanan itu tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat menghadapi cibiran hingga penolakan dari sebagian orang di lingkungan sekitar.

Namun Noto memilih bertahan. Hari demi hari dilalui tanpa gengsi, sama seperti saat dulu mengayuh becak dan menjajakan gorengan.

Perlahan, usahanya berkembang dan kini dikenal dengan nama LENSA Fried Chicken, dengan motto sederhana namun penuh keyakinan, “Rasa Tidak Kalah Sama yang di Mall.”

Di balik usaha tersebut, Noto berusaha menjaga kualitas dagangannya. Ayam yang digunakan diolah dari daging segar demi menjaga cita rasa dan kepuasan pelanggan. Ia juga sengaja menjual dengan harga terjangkau agar masyarakat kecil tetap bisa menikmati makanan yang layak.

“Saya dulu orang susah. Jadi saya tahu rasanya kalau ingin makan enak tapi uang terbatas,” ujarnya.

Kini, saat kehidupannya mulai berubah, Noto tidak ingin menikmati keberhasilan seorang diri. Ia berharap usaha yang dibangunnya dapat terus berkembang agar mampu membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda yang menganggur, termasuk mereka yang putus sekolah.

“Kalau usaha ini makin besar, saya ingin lebih banyak anak muda kerja. Biar yang menganggur atau putus sekolah tetap punya harapan dan penghasilan,” katanya.

Kisah hidup Noto menjadi pengingat bahwa ketulusan dan kerja keras dapat membuka jalan perubahan. Dari kehidupan yang penuh keterbatasan, ia perlahan bangkit dan berusaha menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Min.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *