banner 728x250

Parade Budaya Karanganyar Bergema, Ono Surono Ajak Warga Jaga Warisan Leluhur dan Kawal Pembangunan Desa

Foto: Ade Nur/Min.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Indramayu – Irama seni tradisi, tawa masyarakat, dan semangat kebersamaan berpadu dalam gelaran Parade Budaya Dewan Menyapa Warga yang berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi juga panggung untuk menghidupkan kembali kebanggaan terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat pesisir Indramayu.

banner 325x300

Ratusan warga memadati lokasi acara sejak siang hari. Mereka datang untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional sekaligus mendengar langsung aspirasi dan komitmen pembangunan yang disampaikan oleh wakil rakyat dari tingkat provinsi.

Acara turut dihadiri Kuwu Desa Karanganyar Uun Rokenah beserta jajaran perangkat desa, Sekretaris Kecamatan Kandanghaur, Humas Polsek Kandanghaur, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku seni budaya, hingga para pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Salah satu penampilan yang berhasil menyita perhatian masyarakat adalah Tari Topeng Kelana yang dibawakan oleh seniman dari Sanggar Kesenian Asem Gede Losarang. Gerakan yang penuh makna dipadukan dengan alunan musik tradisional membuat warga larut dalam nuansa budaya khas Indramayu.

Kemeriahan semakin terasa saat Wa A’ung (Berokan Tetet Toet) tampil menghibur masyarakat melalui atraksi budaya yang sarat nilai tradisi. Penampilan musik band yang turut hadir menambah semarak suasana hingga mendapat sambutan meriah dari warga.

Dalam sambutannya, Ono Surono menegaskan bahwa budaya merupakan identitas dan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya luar yang masuk ke kehidupan masyarakat.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Selama masyarakat masih menghargai dan melestarikan budaya daerahnya, maka nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan akan tetap terjaga,” ujar Ono Surono.

Menurutnya, Indramayu dan Cirebon memiliki kekayaan budaya pesisir yang sangat khas dan tidak dimiliki daerah lain di Jawa Barat. Tradisi seperti nadran, munjung, tari topeng, wayang, hingga berokan merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah sekaligus nilai ekonomi.

Ono menilai setiap kegiatan budaya mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat karena melibatkan pelaku seni, pelaku UMKM, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.

“Budaya bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Ketika ada kegiatan budaya, banyak pihak yang ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan budaya lokal saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan zaman dan pola hiburan masyarakat yang semakin bergeser.

Karena itu, Parade Budaya Dewan Menyapa Warga diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan akar identitas daerahnya.

Selain berbicara tentang pelestarian budaya, Ono Surono juga membawa kabar baik bagi masyarakat Karanganyar. Ia mengungkapkan bahwa Desa Karanganyar termasuk dalam daftar desa yang direncanakan menerima bantuan pembangunan jalan desa melalui APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026.

“Insyaallah pada Perubahan APBD 2026, Desa Karanganyar mendapatkan bantuan pembangunan jalan desa sekitar Rp500 juta. Kami akan terus mengawal agar program ini dapat terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Ono, pembangunan desa harus menjadi perhatian utama karena pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, Kuwu Desa Karanganyar, Uun Rokenah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya yang sangat penting bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui Parade Budaya Dewan Menyapa Warga, semangat menjaga budaya dan mempercepat pembangunan desa seolah berjalan beriringan. Di tengah gemerlap pertunjukan seni tradisional, masyarakat Karanganyar tidak hanya merayakan warisan leluhur, tetapi juga menaruh harapan baru terhadap masa depan pembangunan desa yang lebih maju dan sejahtera.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi 
Sumber: Liputan Langsung

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *