KABUPATEN BANDUNG | Deru air datang tanpa aba-aba. Saat sebagian warga terlelap, banjir tiba-tiba menerjang Kampung Bojong Kesik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Rabu (11/2/2026) malam hingga Kamis (12/2/2026) dini hari. Luapan Sungai Cisungala yang disertai jebolnya tanggul membuat air mengalir deras dan merendam permukiman dalam hitungan menit.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.15 WIB. Air meluap cepat, menggenangi rumah-rumah warga di tiga RT dan memaksa ratusan keluarga menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan hujan yang masih turun.
Sebanyak 279 kepala keluarga terdampak, sementara enam unit rumah mengalami kerusakan berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan aparat kepolisian langsung bergerak begitu menerima laporan warga.
“Banjir terjadi sekitar pukul 00.15 WIB akibat meluapnya Sungai Cisungala hingga tanggul jebol dan merendam permukiman warga. Tercatat 279 kepala keluarga terdampak dan enam rumah mengalami kerusakan berat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Hendra, Kamis (12/2/2026).
Jajaran Polresta Bandung bersama personel Polda Jabar segera turun ke lokasi melakukan penanganan darurat. Evakuasi dilakukan secara cepat dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang rumahnya terendam paling parah.
Petugas juga langsung menjalin koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan bencana.
“Kami berkoordinasi dengan Forkopimda, meminta bantuan Sat Brimob Polda Jabar dan TNI, serta bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait. Kami juga mendirikan posko kesehatan bersama puskesmas untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau,” jelasnya.
Tak hanya melakukan evakuasi, aparat kepolisian ikut memimpin proses pembersihan material banjir. Lumpur tebal yang mengendap di rumah-rumah warga dibersihkan bersama-sama agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih.
Sejumlah personel dikerahkan membantu warga mengangkat perabot, membersihkan sisa genangan, hingga membuka akses jalan yang sempat tertutup material banjir.
“Saat ini situasi sudah terkendali. Kami bersama TNI, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pembersihan serta memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” tambah Hendra.
Hingga Kamis siang, air mulai berangsur surut. Meski demikian, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bandung Raya masih cukup tinggi.
Kehadiran aparat dan relawan menjadi penopang utama percepatan pemulihan lingkungan warga yang sempat lumpuh akibat terjangan air tengah malam itu.
Bagi warga Bojong Kesik, banjir kali ini menjadi pengingat bahwa ancaman hidrometeorologi masih nyata. Namun di balik musibah, terlihat solidaritas kuat antara masyarakat dan aparat yang bahu-membahu mengembalikan kehidupan agar kembali berjalan normal.(red)
