Kerikil.id, Indramayu – Dunia Pendidikan di Indramayu masih belum aman dari incaran para predator Pedofil. Para siswa pun kerap menjadi target sasaran empuk untuk melampiaskan nafsu binatang mereka.
Seperti yang menimpa beberapa pelajar SMP di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Mereka diduga menjadi korban pelecehan seksual usai pulang sekolah oleh penjaga keamanan sekaligus pelatih ekstrakurikuler (Eskul) beladiri di sekolah tersebut.
LN, Salah seorang ibu korban saat ditemui, Kamis (9/4/2026) menceritakan, anaknya saat ini duduk di kelas VII di salah satu SMP di Haurgeulis. Peristiwa itu terungkap ketika wali kelas mendatangi rumah menanyakan soal kedekatan anaknya dengan penjaga sekolah. Dirinya sontak kaget mendengar pengakuan anaknya yang ternyata selama ini mendapatkan pelecehan seksual dari seorang penjaga sekolah yang juga pelatih eskul beladiri.
“Anak saya mengaku sering diajak ke rumah pelaku usai pulang sekolah. Disana, anak saya lalu dilecehkan,” ungkapnya sedih.
Parahnya lagi, lanjut ibu korban, selain mendapatkan pelecehan seksual, anaknya kerap diajak dan dicekoki minuman keras terlebih dahulu sebelum kemudian dilecehkan. Bahkan, suatu waktu, korban pernah juga disuruh makan buah kecubung.
“Pernah suatu waktu anak saya minta ijin menginap di rumah pelaku dengan alasan menggelar do’a bersama. Disana menurut pengakuan anak saya, usai do’a bersama, malah langsung diajak minum – minuman keras,” terangnya.
Ditempat yang sama, salah seorang orang tua korban lainnya juga menceritakan hal serupa yang menimpa anaknya yang merupakan siswa kelas IX pada sekolah yang sama.
Dengan modus serupa, mengajak anak – anak sekolah yang mengikuti eskul beladiri untuk melakukan ritual do’a bersama yang kemudian dilanjutkan dengan minum – minuman keras dan berujung pada tindakan pelecehan.
“Anak saya juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan FA. Ada kemungkinan masih ada korban lainnya selain anak saya dan FA,” ungkap ibu korban.
Ditempat terpisah, Kepala sekolah korban saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (10/4/2026) membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.
Terbongkarnya peristiwa itu atas inisiatif pihak sekolah yang melihat perubahan sikap korban di sekolah.
“Awalnya korban itu anaknya aktif, namun beberapa waktu kebelakang korban terlihat jadi lebih pendiam dan sangat dekat dengan pelaku. Sempat saya tegur saat melihat korban sering mengantar pulang pelaku karena letaknya jauh dari sekolah. Dari situ, saya berinisiatif untuk meminta wali kelas korban mendatangi orang tuanya untuk mengorek keterangan,” ucap Kepala Sekolah.
Dijelaskannya, setelah memperoleh pengakuan dari korban atas laporan dari wali kelasnya, pihak sekolah kemudian mengadakan rapat dan diputuskan terduga pelaku diberhentikan dari pekerjaannya sebagai penjaga keamanan dan pelatih eskul beladiri, khawatir pelaku masih bisa berkomunikasi dengan para siswa yang lainnya.
Atas peristiwa tersebut, beberapa orang tua korban berencana akan menempuh jalur hukum dan melaporkan terduga pelaku ke Polres Indramayu.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


















