Kerikil id, Indramayu – Pria paruh baya, AR (40) warga Desa Sukajati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ditemukan tewas di tepi waduk Cipancuh Blok Babakan Paray Desa Situraja Kecamatan Gantar, Minggu (17/5/2026).
Dikatakan Edi (28), peristiwa memilukan bermula ketika korban hendak memancing ikan di area Waduk Cipancuh dengan cara berenang dari tepi wadukan menuju ke lokasi yang akan dijadikan tempat mancing. Edi dan korban berangkat dari rumah korban sekira pukul 08.00 WIB.
“Saya berenang duluan menuju titik lokasi yakni area kebun yang ada ditengah wadukan. Sesampainya dilokasi itu saya melihat korban menyusul berenang hendak menuju ke tempat saya berada, namun saat berada dipertengahan, korban tenggelam,” jelas Edi.
Menurutnya, sebelum tenggelam, korban sempat berpegangan bambu yang ada ditengah wadukan. Melihat korban dalam kondisi seperti itu, Edi pun langsung kembali berenang hendak menolong korban, namun nahas, sebelum sampai, korban sudah tenggelam ke dasar wadukan dan hanya tertinggal topinya saja dipermukaan air.
Edi pun kemudian berusaha meminta bantuan warga untuk melaporkan kejadian tersebut ke aparat setempat dan melakukan pencarian.
Sementara itu, Kapolsek Gantar, IPTU Sutarko saat dihubungi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dijelaskannya, usai menerima laporan dari warga terkait peristiwa itu, dirinya bersama anggota Polsek Gantar langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Korban akhirnya berhasil temukan dan dievakuasi dari dalam air sekira pukul 11.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan upaya pencarian dibantu oleh Babinsa dan warga setempat.
“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bergerak dan kemudian dibawa ke salah satu rumah penduduk setempat untuk mendapatkan penanganan medis dari Tim Medis Puskesmas Gantar untuk kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulan,” jelas Kapolsek Gantar.
Sesampainya di rumah duka, lanjut Kapolsek, tim medis dari Puskesmas Gantar bersama Inafis Polres Indramayu kemudian melakukan pemeriksaan luar tubuh korban. Dan disimpulkan tidak ada tanda – tanda bekas kekerasan.
“Atas keinginan keluarga korban, mereka menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima sepenuhnya bahwa peristiwa ini merupakan takdir dari tuhan Yang Maha Esa. Jenazah korban kemudian dikebumikan di pemakaman umum setempat,” ujarnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber : Keterangan Kapolsek Gantar


















