Kerikil.id | Indramayu — Ruang sekolah yang semestinya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan membangun masa depan kini justru menyisakan kecemasan mendalam bagi sejumlah siswa SMP di Kabupaten Indramayu dalam perkara dugaan tindak pidana pelecehan seksual yang tengah menjadi perhatian publik.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, suara keprihatinan terus bermunculan. Tidak hanya dari keluarga korban, tetapi juga masyarakat yang berharap kasus tersebut ditangani secara serius, cepat, dan berpihak pada perlindungan anak.
Pendamping hukum para korban dari Kantor Hukum Anas & Partners kembali mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret terhadap para tersangka yang hingga kini belum diamankan.
Menurut salah seorang kuasa hukum korban, Anggi Saputra, perkara tersebut bukan sekadar persoalan pidana biasa, melainkan persoalan kemanusiaan yang diduga meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi para korban.
“Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar dan membangun masa depan, bukan untuk mengalami ketakutan. Ketika ruang pendidikan tidak lagi menghadirkan rasa aman, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan anak-anak, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan pendidikan,” ujar Anggi dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Ia menegaskan bahwa apabila status tersangka telah ditetapkan berdasarkan alat bukti yang cukup, maka proses penegakan hukum perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.
“Kami berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan para korban mendapatkan kepastian serta perlindungan hukum,” katanya.
Menurutnya, para korban saat ini bukan hanya membutuhkan keadilan secara hukum, tetapi juga pendampingan psikologis yang serius dan berkelanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan dan pendidikan dengan baik.
Berdasarkan hasil pendampingan dan trauma healing yang dilakukan, kondisi emosional para korban disebut membutuhkan perhatian bersama dari seluruh pihak.
“Anak-anak ini membutuhkan dukungan agar bisa kembali memiliki rasa percaya diri dan semangat untuk melanjutkan pendidikan mereka,” ujarnya.
Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan pelajar tersebut juga dinilai menjadi pengingat bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Pendamping hukum korban berharap pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, sekolah, hingga masyarakat dapat ikut mengawal pemulihan para korban serta memastikan lingkungan pendidikan benar-benar aman bagi anak-anak.
“Ini bukan hanya tentang proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir melindungi anak-anak dan memastikan mereka tetap memiliki masa depan,” tuturnya.
Salah seorang orang tua korban juga mendesak untuk percepatan penanganan perkara. Dirinya meminta seluruh proses hukum dilakukan secara terbuka dan profesional agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
‘Kami berharap Polisi segera menangkap tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.
Di tengah trauma yang masih membekas, para korban dan keluarga kini hanya berharap satu hal sederhana hadirnya rasa aman dan kepastian bahwa hukum benar-benar bekerja untuk melindungi anak-anak.
Penulis ; Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber : Keterangan Kuasa Hukum Dan Orang Tua Korban.


















