banner 728x250
News  

Di Tengah Tekanan Industri Global, Dialog Jadi Jembatan Pekerja dan Perusahaan di Bekasi

Foto: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI
banner 120x600
banner 468x60

Kerikil.id | Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus menekan sektor industri manufaktur, harapan bagi para pekerja dan keberlangsungan perusahaan kembali diupayakan melalui meja dialog.

Suasana itulah yang terlihat saat Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, turun langsung memfasilitasi pertemuan antara manajemen PT Multistrada Arah Sarana Tbk dan serikat pekerja di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).

banner 325x300

Pertemuan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk menjaga hubungan industrial tetap kondusif di tengah tantangan yang sedang dihadapi perusahaan ban yang merupakan bagian dari Michelin Group tersebut.

Di hadapan manajemen dan perwakilan pekerja, Afriansyah Noor menegaskan pentingnya mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara dialogis agar persoalan ketenagakerjaan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Seluruh pihak perlu mengutamakan penyelesaian melalui dialog bipartit dengan tetap menjaga kondusivitas hubungan industrial di tengah tantangan ekonomi global yang memengaruhi sektor industri manufaktur,” ujar Afriansyah Noor.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan perlindungan hak para pekerja.

Ia juga mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang masih membuka ruang musyawarah di tengah situasi perusahaan yang sedang menghadapi tekanan pasar ekspor global.

“Pemerintah mendorong agar seluruh proses dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan mengedepankan dialog yang sehat. Semua pihak perlu menahan diri serta mengutamakan penyelesaian hubungan industrial melalui mekanisme resmi,” katanya.

Sebagai bentuk pendampingan, Kementerian Ketenagakerjaan turut menugaskan mediator hubungan industrial guna membantu proses komunikasi antara pihak perusahaan dan serikat pekerja.

Pendampingan tersebut dilakukan agar berbagai usulan penyesuaian ketenagakerjaan dapat dibahas secara terbuka dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Afriansyah berharap proses dialog yang sedang berjalan dapat segera menemukan titik temu sehingga aktivitas operasional perusahaan dapat kembali berjalan normal.

“Saya berharap proses dialog dapat segera menghasilkan titik temu sehingga aktivitas operasional perusahaan kembali berjalan normal dan hubungan industrial tetap terjaga secara harmonis,” ujarnya.

PT Multistrada Arah Sarana Tbk sendiri diketahui tengah menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan pasar ekspor global yang berdampak terhadap aktivitas produksi perusahaan.

Kondisi tersebut membuat perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian operasional dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan masih berlanjut pada 2026.

Meski demikian, pemerintah berharap proses penyelesaian yang mengedepankan dialog dapat menjadi jalan tengah terbaik bagi perusahaan maupun para pekerja.

Di tengah kerasnya persaingan industri global, komunikasi dan musyawarah dinilai menjadi kunci penting agar roda industri tetap berjalan tanpa mengabaikan hubungan industrial yang harmonis.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI – Diolah Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *